Radian Syam Singgung Demokrasi Era VUCA di Tengah Perang Iran Vs AS-Israel

News

admin

3/1/20261 min read

Eskalasi ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali memunculkan pertanyaan mendasar tentang arah tatanan global.

Apakah dunia masih berpijak pada supremasi hukum internasional atau bergerak menuju dominasi kekuatan?

Dalam buku terbarunya berjudul "Mendayung Demokrasi di Era VUCA (2025)", Radian Syam menegaskan bahwa demokrasi hari ini tidak berlayar di laut yang tenang.

Ia bergerak di tengah gelombang volatilitas, uncertainty, complexity, dan ambiguity (VUCA) yang membentuk lanskap global baru.

Konflik geopolitik yang berkembang cepat menunjukkan bahwa stabilitas internasional tengah diuji secara serius.

Radian Syam yang juga Pakar Hukum Tata Negara ini mengatakan konflik antarnegara bukanlah fenomena baru.

Namun yang membedakan era ini adalah kecepatan eskalasi dan dampak sistemiknya.

Dalam hitungan jam, respons militer maupun diplomatik dapat mengubah konfigurasi kawasan dan memicu instabilitas global.

Ketegangan regional berpotensi menciptakan efek domino lintas benua, termasuk pada sektor energi, perdagangan internasional, dan stabilitas pasar keuangan.

Dalam perspektif teori hukum, Radian mengacu pada pemikiran Hans Kelsen yang menegaskan bahwa hukum merupakan sistem norma yang memperoleh validitas dari struktur hierarkis yang konsisten.

Dalam tatanan internasional, norma dasar tersebut tercermin dalam prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara, larangan penggunaan kekuatan secara sewenang-wenang, serta kewajiban penyelesaian sengketa secara damai.

“Ketika norma dihormati, hukum menjadi jangkar keteraturan. Namun ketika norma ditafsirkan secara sepihak, yang menguat adalah logika kekuatan,” ujar Radian.

Ia menilai klaim pembelaan diri dan argumentasi keamanan nasional kerap berada di wilayah abu-abu antara legitimasi hukum dan kalkulasi strategis.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa konsep kedaulatan dalam hukum internasional modern bukan lagi semata hak, tetapi juga tanggung jawab.

Negara memiliki hak mempertahankan diri, namun tetap terikat pada hukum humaniter dan prinsip hak asasi manusia. Dalam situasi krisis, kepemimpinan global dituntut mampu menyeimbangkan keamanan dan legitimasi.

Artikel ini tayang terlebih dahulu di Tribunnews.com pada [tanggal publikasi], dengan judul “Radian Syam Singgung Demokrasi Era VUCA di Tengah Perang Iran Vs AS-Israel”: https://www.tribunnews.com/nasional/7798525/radian-syam-singgung-demokrasi-era-vuca-di-tengah-perang-iran-vs-as-israel.